Dreams are renewable. No matter what our age or condition, there are still untapped possibilities within us and new beauty waiting to be born.

-Dale Turner-

Senin, 28 Februari 2011

cerita tentang seorang anak lelaki

ini adalah sebuah kisah tentang seorang anak lelaki seumuranku. kehidupannya seperti layaknya anak laki-laki, bahagia dengan nge-game.
ia tidak tahu dengan dua orang yang mengincarnya. tetapi mungkin saja ia tahu dan pura-pura tak tahu.
dua orang itu bukan mengincar seperti penculik atau apa, mereka mengincar lelaki itu karena perasaan yang mereka miliki.yah, dua orang itu adalah gadis seumurannya yang sedang mencari jati diri mereka. banyak pertanyaan yang terlintas di benak mereka. apa yang mereka rasakan, apa arti dari perasaan itu, untuk siapa perasaan itu, dan benarkah perasaan itu.
kehidupan dua orang gadis itu sangat berbeda. memang bisa dibilang mereka berkecukupan. bedanya adalah yang satunya kaya dan menikmati hidup dalam lingkungan keluarganya yang bahagia dan tersenyum disamping teman-temannya yang setia, sedangkan yang lainnya memang benar tersenyum, tetapi itu senyum karena keterpaksaan. senyuman yang ia munculkan untuk menutupi kehidupan aslinya yang gelap dan kelam. sebut saja gadis 1 dan gadis 2. kedua gadis itu berteman dengan baik. walaupun kedua gadis itu menyukai anak lelaki yang sama, mereka tak mendapat masalah. karena gadis 2 menyembunyikan perasaan yang ia rasakan dari gadis 1.
gadis 1 selalu menceritakan apa yang membuat ia tersenyum pada hari itu, ya tentunya karena anak laki-laki itu. gadis 2 selalu tersenyum dan menanggapi dengan baik setiap gadis 1 bercerita. tetapi hatinya yang hancur karena perasaan cemburu, hasratnya yang bergejolak ingin marah pada gadis 1. ia pendam, dan ia munculkan senyuman keterpaksaan itu.
anak lelaki itu memang lebih dekat dengan si gadis 1, lebih sering ngobrol dengan si gadis 1, dan lebih CARE sama si gadis 1. dan si gadis 2 tak dapat berbuat apa-apa, karena ia tak berani mendekati anak lelaki itu duluan, ia selalu menunggu anak lelaki itu mendekatinya duluan dan mengajaknya bicara duluan. akankah menunggu dan menutupi diri sendiri ini akan lebih mencerahkan hari si gadis 2? ataukan hidupnya malah lebih kelam?

0 komentar:

Posting Komentar